Jumlah dan Warna Pengunaan Dupa

Jyotish

Hio atau dupa, adalah salah satu atribut yang banyak digunakan untuk dalam beberapa ritual. Umumnya Dupa berbentul Lidi dengan berbagai macam warna dari mulai merah, hijau, hitam, kuning dengan berbagai macam aroma wewangian. Dalam beberapa tradisi warna dupa memiliki arti tersendiri tergantung kebutuhannya.  Untuk ritual yang biasa saja dapat digunakan warna dupa kuning / merah, untuk yang lebih khusus bisa digunakan dupa warna hitam, sedangkan dupa warna hijau digunakan saat dalam suasana berkabung karena ada yang meninggal dunia.

Asap dari Dupa menggambarkan arah doa mengalir. Jika asap tegak ke atas, maka dipercaya doa segera dikirim kepada Tuhan. Hal ini lazim digunakan dalam tradisi keilmuan Jawa dan Tiongkok meskipun dalam beberapa detail mungkin berbeda tetapi penggunaan Dupa seringkali ada kesamaan dalam prinsip prinsip dasarnya.

Jumlah Dupa 

Umumnya, kegiatan ritual biasa bisa digunakan 1 atau 3 batang hio. Namun sebenarnya, hio tidak boleh asal dibakar, karena jumlahnya melambangkan makna yang berbeda-beda. Jumlah hio ganjil digunakan untuk Dewa, Tuhan dan tokoh yang berjasa; jumlah hio genap digunakan untuk leluhur dan arwah yang sudah meninggal.

Satu Batang Hio

Satu artinya tunggal, maka sembahyang dengan 1 batang hio melambangkan doa khusus kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Dua Batang Hio

Dua batang hio melambangkan Yin dan Yang. Jumlah ini diperuntukan hanya untuk menghormati orangtua yang telah meninggal lebih dari 2×360 hari.

Tiga Batang Hio

Menggambarkan 3 unsur alam semesta: bumi, langit, dan manusia. Biasanya, sembahyang 3 hio dilakukan untuk ritual kepada para Dewa-Dewi.

Empat Batang Hio

Dua batang hio melambangkan 4 arah mata angin – timur, selatan, barat, dan utara. Sama seperti 2 hio, jumlah ini diperuntukan hanya untuk menghormati orangtua yang telah meninggal lebih dari 2×360 hari.

Lima Batang Hio

Lima hio menyimbolkan 5 elemen dasar – kayu, api, tanah, logam, dan air. Biasanya, 5 hio digunakan saat berdoa untuk usaha atau dagang, Intinya untuk rejeki dan kemakmuran biasa digunakan 5 buah hio / dupa.

Enam Batang Hio

Bermakna persatuan dan kedamaian. Digunakan untuk mendoakan keperluan orang lain, atau untuk persatuan dan kedamaian seluruh umat manusia.

Tujuh Batang Hio

Angka 7 melambangkan 7 rasi bintang dalam mitologi Tiongkok. Sembahyang 7 hio hanya boleh dilakukan dalam keadaan terdesak jika ada permohonan khusus. Sedangkan dalam mitologi Jawa membakar 7 dupa digunakan sebagai permohonan pertolongan ( diambil dari makna angka 7 yang didalam bahasa Jawa adalah Pitu (lungan). Digunakan dalam kondisi yang sangat urgent.

Delapan Batang Hio

Delapan batang hio melambangkan 8 arah mata angin – barat, barat laut, utara, timur laut, timur, tenggara, selatan, dan barat daya. Sembahyang dengan 8 hio berarti berdoa kepada alam semesta, biasanya jika ada kesusahan yang terus menimpa. Bisa pula untuk pembersihan / ruwatan terhadap diri sendiri atau orang lain.

Sembilan Batang Hio

Angka 9 pada tradisi Tionghoa dianggap sebagai angka tertinggi yang paling sempurna. Maka, 9 hio digunakan untuk pujian-pujian bagi semua makhluk dan Dewa-Dewi.

Dua Belas Batang Hio

Digunakan untuk meminta agar semua makhluk mendapatkan kebahagiaan.

Tiga Puluh Enam Batang Hio

Berdoa untuk kesuksesan dan keharmonisan.

Seratus Delapan Batang Hio

108 batang hio digunakan hanya untuk keadaan terdesak atau untuk permintaan sangat khusus.